
Cara Kerja Narkoba pada Sistem Saraf Manusia – Narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang) memengaruhi tubuh terutama melalui sistem saraf pusat, yaitu jaringan otak dan sumsum tulang belakang yang mengatur pikiran, emosi, gerakan, dan fungsi vital seperti pernapasan serta detak jantung.
Menurut World Health Organization, penyalahgunaan zat psikoaktif dapat mengubah fungsi otak dan menyebabkan ketergantungan, gangguan mental, hingga masalah kesehatan jangka panjang.
Untuk memahami dampaknya, kita perlu melihat bagaimana narkoba berinteraksi dengan sel saraf (neuron).
1. Sistem Saraf dan Peran Neurotransmiter
Otak bekerja melalui komunikasi antar neuron menggunakan zat kimia yang disebut neurotransmiter. Beberapa neurotransmiter penting meliputi:
- Dopamin (rasa senang dan motivasi)
- Serotonin (suasana hati dan emosi)
- GABA (penghambat aktivitas saraf)
- Glutamat (merangsang aktivitas saraf)
Narkoba bekerja dengan meniru, meningkatkan, menghambat, atau mengacaukan kerja neurotransmiter tersebut.
2. Cara Umum Narkoba Mempengaruhi Otak
Berdasarkan penjelasan dari National Institute on Drug Abuse, sebagian besar narkoba bekerja melalui tiga mekanisme utama:
a. Meniru Neurotransmiter Alami
Beberapa zat memiliki struktur kimia yang mirip dengan neurotransmiter alami, sehingga “menipu” reseptor otak dan mengaktifkannya secara tidak normal.
Akibatnya, sinyal yang dikirim menjadi berlebihan atau tidak terkendali.
b. Meningkatkan Pelepasan Dopamin
Banyak narkoba meningkatkan kadar dopamin dalam sistem reward otak. Lonjakan dopamin ini menimbulkan rasa euforia atau “high”.
Masalahnya, paparan berulang membuat otak beradaptasi dan mengurangi sensitivitasnya. Inilah awal mula ketergantungan.
c. Menghambat Pengambilan Kembali (Reuptake)
Beberapa zat mencegah neurotransmiter diserap kembali oleh neuron, sehingga efeknya berlangsung lebih lama dari normal.
3. Dampak Jangka Pendek pada Sistem Saraf
Efek langsung narkoba bisa berbeda tergantung jenisnya, namun umumnya meliputi:
- Perubahan suasana hati
- Gangguan koordinasi
- Perubahan persepsi waktu dan ruang
- Gangguan konsentrasi
- Detak jantung dan tekanan darah meningkat atau menurun
Zat stimulan cenderung meningkatkan aktivitas saraf, sedangkan depresan memperlambatnya.
4. Dampak Jangka Panjang pada Otak
Penggunaan berulang dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi otak, seperti:
✔️ Toleransi
Pengguna membutuhkan dosis lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang sama.
✔️ Ketergantungan
Otak menjadi “terbiasa” dengan keberadaan zat tersebut dan sulit berfungsi normal tanpanya.
✔️ Gangguan Kognitif
Daya ingat, kemampuan mengambil keputusan, dan kontrol impuls bisa menurun.
✔️ Risiko Gangguan Mental
Penyalahgunaan zat dapat meningkatkan risiko kecemasan, depresi, bahkan psikosis pada beberapa individu.
5. Mengapa Ketergantungan Bisa Terjadi?
Otak manusia memiliki sistem reward alami untuk memperkuat perilaku penting seperti makan dan bersosialisasi. Narkoba “membajak” sistem ini dengan menghasilkan lonjakan dopamin yang jauh lebih besar dibandingkan stimulus alami.
Seiring waktu:
- Otak menjadi kurang responsif terhadap kesenangan normal
- Pengguna lebih fokus mencari zat tersebut
- Kontrol diri melemah
Ketergantungan bukan sekadar masalah kemauan, melainkan perubahan biologis pada otak.
6. Apakah Kerusakan Bisa Dipulihkan?
Sebagian fungsi otak dapat membaik setelah berhenti menggunakan narkoba, terutama dengan dukungan medis dan terapi psikologis. Namun, lamanya pemulihan tergantung pada:
- Jenis zat
- Durasi penggunaan
- Dosis
- Kondisi kesehatan individu
Semakin cepat intervensi dilakukan, semakin besar peluang pemulihan.
Kesimpulan
Narkoba bekerja dengan mengganggu sistem komunikasi kimia di otak. Dengan memanipulasi neurotransmiter seperti dopamin, zat-zat ini dapat menghasilkan efek euforia sementara, tetapi juga berpotensi menyebabkan ketergantungan dan kerusakan jangka panjang pada sistem saraf.
Memahami cara kerjanya membantu kita melihat bahwa penyalahgunaan narkoba bukan hanya isu sosial, tetapi juga persoalan biologis dan kesehatan yang serius.
Jika Anda ingin, saya bisa lanjutkan dengan artikel tentang “Jenis-Jenis Narkoba dan Dampaknya pada Tubuh” atau “Bagaimana Proses Rehabilitasi Ketergantungan Bekerja.”